Sistem starting adalah sistem yang merubah energi listrik yang tersimpan di dalam battery menjadi energi mekanikal untuk memutar dan menghidupkan engine.
Ada beberapa jenis starting motor yaitu:
• Electric Starting motor
• Hydraulic Starting motor
• Pneumatic Starting motor
pembahasan akan dititikberatkan pada Electric Starting motor.
Komponen–komponen standard dari sistem starting adalah:
• Battery, yang mensuplai kebutuhan energi ke sirkuit.
• Switch starter, untuk mengaktifkan system.
• Solenoid, berfungsi untuk menghubungkan battery dengan starting motor sambil meng-engaged-kan pinion ke flywheel untuk memutarengine.
• Starting motor, untuk memutar flywheel.
Cara kerja starting system:
Ketika kunci kontak diposisikan ON, maka arus dari battery yang cukup besar stand by di terminal B pada starting motor. Dan arus yang kecil stand by di terminal + pada starting relay. Lalu pada saat operator meneruskan gerakan kunci kontaknya ke posisi start, maka arus yang kecil mengalir dari terminal C pada kunci kontak menuju terminal + dan pada starting relay dan meng-energized relay-nya, sehingga arus yang tadi stand by di terminal + pada starting relay mengalir menuju terminal S pada solenoid. Yang akibatnya solenoid-nya energized dan plunger-nya tertarik ke belakang menghubungkan switch dari terminal B ke terminal M, sambil mendorong maju overrunning clutch pinion-nya ke depan sehingga engaged dengan flywheel.
Karena switchnya terhubung maka arus besar dari battery yang tadi stand by di terminal B pada starting motor mengalir ke armature dan kumparan field, lalu membuat motor berputar.
Cara kerja starting motor :
Di dalam starting motor terdapat dua pasang elektro magnet yang mempunyai dua kutub Utara dan dua kutub Selatan dan biasa disebut juga field winding. Dan juga terdapat armature yang dipasang melingkar membuat satu rangkaian tertutup (loop). Seperti diketahui jika suatu konduktor dialiri arus maka di sekeliling konduktor tersebut terdapat medan magnet. Makin kuat arus yang mengalir makin kuat pula medan magnetnya.
Sewaktu arus yang besar dari battery mengalir ke terminal M dari starting motor, arus tersebut terbagi dua yaitu ada yang ke field winding untuk memperkuat medan magnetnya dan ada pula yang ke armature melalui brush dan commutator.
Sekarang ada konduktor yang dialiri arus dan terdapat medan magnet di sekelilingnya, terletak di antara dua kutub magnet yang kuat di sekitar field winding. Maka garis gaya magnet dari Utara ke Selatan dari field winding, dan garis gaya konduktor yang melingkar searah jarum jam. Arus yang masuknya positip akan saling memperkuat jika searah dan saling meniadakan jika berlawanan. Sehingga garis gaya yang saling memperkuat akan mendorong konduktor ke arah yang medan magnetnya saling meniadakan (lemah).
Karena konstruksi dari armature tersusun dari banyak konduktor maka berputarnya armature tersebut akan berkesinambungan dan mampu untuk memutar engine.
Kesimpulan:
Starting motor mempunyai:
1. Kutub – kutub dan gulungan field windingnya
2. Armature, brush, dan commutator
3. Shaft yang meneruskan gerakan perputaran dari armature.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment